1. Semua tindakan yang dicatat dalam rekam medis baik oleh perawat ataupun tenaga medis lain harus ditandatangani, sesuai dengan prinsip etik apa?
a. Justice
b. Otonomi
c. Veracity
d. Accuntability
2. Yang berperan dalam mengatur dan mempertahankan pH pada ginjal adalah:
a. HCO3
b. pCO2
c. NH3
d. pO2
3. Yang berfungsi mengatur metabolisme tulang pada ginjal adalah:
a. Renin
b. Calcitrol
c. Angiotensin
d. Erythropoitein
4. Acute Kidney Injury menurut KDIGO 2012 ditandai dengan:
a. Mual muntah lebih dari 3 hari
b. Peningkatan jumlah urin lebih dari biasanya
c. Kenaikan BUN atau ureum lebih dari 2x sebelumnya
d. Kenaikan kadar kreatinin serum >0,3 mg/dl dalam 2 hari
5. Tahapan Penyakit Ginjal Kronis didasarkan pada:
a. Tingginya kadar ureum
b. Berat ringannya uremia
c. Laju Filtrasi Glomerulus
d. Jumlah albumin dalam urin
6. Salah satu syarat pelayanan dilaisis yaitu ratio perawat dengan mesin HD, berapa ratio tersebut?
a. 1 orang perawat mahir HD untuk 1 mesin HD
b. 2 orang perawat mahir HD untuk 1 mesin HD
c. 3 orang perawat mahir HD untuk 4 mesin HD
d. 4 orang perawat mahir HD untuk 3 mesin HD
7. Jenjang karir perawat klinik diatur dalam aspek hukum dibawah ini yaitu?
a. UUNo. 23 Tahun 1992
b. UU No 38 Tahun 2014
c. PMK RI No 290 Tahun 2008
d. PMK RI No 40 Tahun 2017
8. Menyiapkan mesin dan perlengkapannya, menjalankan dan merawat mesin dialisis dan mengolah air, merupakan tugas dari siapa?
a. Perawat
b. Tehnisi
c. Penunjang
d. Cleaning service
9. Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dapat dilakukan melalui transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh, implan obat dan/atau alat kesehatan, bedah plastik dan rekonstruksi, serta penggunaan sel punca, pernyataan ini tercantum dalam apa?
a. UUNo. 23 Tahun 1992
b. UU No 38 Tahun 2014
c. UU No 36 Tahun 2009
d. PMK RI No 1239 Tahun 2001
10. Pengisian cairan dialisat untuk melembabkan dialiser darah:
a. Soaking
b. Volume priming
c. Rinsing
d. Clamping
11. Berikut pernyataan yang salah terkait kapan pasien harus di lakukan pemasangan akses vaskular:
a. Akses AV-Fistula sebaiknya di sipakan beberapa bulan sebelum HD dilakukan
b. Ketika pasien dengan CKD Stg.IV menjelang pelaksanaan dialisis.
c. Pemasangan AV-Fistula sebaiknya dilakukan pada masa awal setelah pasien dinyatakan harus menjalani HD rutin,
d. Pemasangan akses permanen dilakukan jika akses femoral gagal
12. Berikut adalah pengkajian paling sederhana yang sebaiknya dialkukan sebelum pemasangan AV-Fistula:
a. Melakukan allen test
b. Ultrasonografi doppler
c. Venografi
d. Arteriografi
13. Yang tidak termasuk dalam kriteria keberhasilan operasi AV-Fistula:
a. Volume aliran darah pada vena paling sedikit 100 ml per menit.
b. Diameter vena harus mengalami dilatasi cukup lebar segera setelah aliran dara mengalir kembali melalui anastomosis setelah klem vaskular dibuka; diamet pembuluh vena tersebut membesar dimulai dari daerah anastomosis. Pembesaran vena tersebut akan memudahkan akses pada saat dilakukan hemodialisa (muda ditusuk jarum hemodialisa karena diameternya meleban dan terletak subkutis).
c. Operasi dapat dengan mudah dan cepat diselesaikan menggunakan pembiusan lokal.
d. Dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama
14. Tekanan antara kompartement darah dan kompartement dialisat melalui membran disebut....
a. Koefisien Ultrafiltrasi (KUF)
b. Transmembran pressure (TMP)
c. Ultrafiltrasi
d. Fligh flow rate
15. Indikator adekuatnya akses pasien hemodialisa baik berupa akses permanent maupun temporer dapat dimonitor melalui....
a. Positive pressure
b. Venous pressure
c. Negative pressure
d. Transmembran pressure
16. Penyebab terjadinya hipotensi saat dilakukan hemodialysis adalah :
a. Tekanan darah awal rendah
b. Kegagalan vasokonstriksi
c. Pemakaian dialysat bikarbonat
d. Pasien makan saat dilakukan hemodialysis
17. Keluhan yang dirasakan pasien apabila terjadi first use syndrome Hipersensitif adalah, kecuali
a. Nyeri dada
b. Nyeri punggung
c. Pruritus
d. Batuk
18. Besarnya aliran dialisat kedalam dilaizer pada proses hemodialisis:
a. 200 -- 500 ml/ mt
b. 200 -- 300 ml / mt
c. 300 -- 400 ml / mt
d. 300 -- 500 ml / mt
19. Pada pasien yang mengalami anemia, maka untuk mengatasi hipoksia, kompensasi dari tubuh adalah dengan:
a. Peningkatan curah jantung
b. Penurunan kontraktilitas jantung
c. Peningkatan resistensi pembuluh darah perifer
d. Penurunan aktifitas saraf simpatis
20. Terapi untuk menurunkan kadar Kalium pada gagal ginjal dengan hiperkalemia:*
a. Obat beta agonist (salbutamol)
b. Obat diuretika
c. Obat kalsium glukonas
d. Cairan oralit
21. Gambaran klinis dari hiperkalemia:
a. Kejang tonik klonik
b. Kenaikan tekanan darah
c. Gangguan konduksi listrik jantung
d. Muntah-muntah dan diare
22. Indikasi Hemodialisis pada kegawatan:
a. Hipokalemia berat
b. Hipovolemik Hiponatremia
c. Hipoglikemia berat
d. Asidosis Metabolik berulang
23. Dosis awal Epoetin α atau β adalah:
a. 60--80 U/kg/BB/minggu s.c
b. 80--120 U/kg/BB/minggu s.c
c. 2.000 --5.000 IU 2x/minggu i.v
d. 3.000 -- 5.000 IU 1x/minggu sc
24. Pada pasien HD konsumsi protein sebaiknya
a. Cukup sesuai kebutuhan
b. Lebih sedikit dari kebutuhan agar berat badan menurun
c. Lebih banyak dari kebutuhan agar dapat menggantikan protein yang hilang saat cuci darah
d. Sesuai keinginan pasien
25. Dibawah ini alat alat yang dibutuhkan untuk pemasangan CAPD,yang didalam peritonium adalah:
a. Tenckoff Catheter
b. Short Transferset
c. Titanium Adaptor
d. Buku catatan harian CAPD
26. Dibawah ini adalah salah satu cairan dialisat yang berbasis non dextrose adalah:
a. Dianeal 1,5%
b. Dianeal 2,5%
c. Exstraneal
d. Dianeal 4,25%
27. Salah satu kelebihan dari peritoneal dialisis adalah:
a. Kenaikan berat badan bisa meningkat
b. Diperlukan 4 kali pertukaran cairan dalam sehari
c. RRF terpelihara dengan baik
d. Dapat dilakukan di rumah sakit
28. Indikasi pengangkatan kateter CAPD adalah:
a. Peritonitis refrakter
b. Peritonitis relaps
c. Peritonitis jamur
d. Semua benar
29. Pemeriksaan PET dilakukan:
a. Satu bulan setelah pemasangan CAPD dan 6 bulan sekali secara berkala
b. Satu kali tiga hari
c. Enam bulan sekali
d. Setiap kali control
30. Perawatan loka exit-site pada pasien yang menggunakan CAPD dilakukan:
a. Sehari 2 kali
b. Satu kali/ minggu ( dalam 2 - 3 minggu pertama )
c. Tiga hari sekali
d. Seminggu sekali
31. Dialiser dengan membran biokompatibel :
a. Meningkatkan kejadian amilodosis
b. Katabolisme protein meningkat
c. Mendorong terjadinya dislipidemia
d. Sering terjadi hipotensi intradialitik
32. Mengukur volume priming pada reprocessing manual:
a. Sambungkan potongan blood line ke port outlet kompartemen darah
b. Hitung jumlah air RO yang ada di dalam gelas ukur sebagai volume priming, Bila < 80 % dari volume awal dializer tidak boleh digunakan lagi
c. Stelah bebas udara, isi kompartemen dialisat dengan memasukkan potongan blood line ke kompartemen dialisat
d. Sambungkan blood line mesin ke port inlet kompartemen darah
33. Precleaning/ pembilasan dengan air RO (flush) :
a. Alirkan desinfektan yang sudah diencerkan dengan konsentrasi 3,5 % untuk membilas kompartemen dialisat dari bawah ke atas, kemudian alirkan kembali desinfektan untuk membilas kompartemen darah
b. Lakukan pembilasan pada kompartemen darah dari arah arteri ke vena (dari atas ke bawah)
c. Lakukan pengisian desinfektan Renalin secara merata pada kompartemen darah dan dialisat
d. Pengisian dilakukan mulai dari bawah (vena ke arteri) dan tidak boleh ada gelembung udara
34. Cleaning/ pembersihan dengan pembilasan desinfektan:
a. Lakukan dengan pengisian desinfektan Renalin/ hemoclean secara merata pada kompartemen darah dan dialisat
b. Isi kompartemen darah dan dialisat dengan Renalin secara merata
c. Alirkan desinfektan yang sudah diencerkan dengan konsentrasi 3,5 % untuk membilas kompartemen dialisat dari bawah ke atas, kemudian alirkan kembali desinfektan untuk membilas kompartemen darah
d. Bilaslah seluruh permukaan dialiser dengan kain kasa yang sudah direndam dengan Renalin
35. Sebelum mesin reprocessing digunakan, mesin dikalibresi dengan cara (urutan)
a. Tekan tombol enter, tekan tombol switch ON dibelakang mesin, tunggu mesin hidup, sambungkan selang warna merah dan biru pada sisi darah, dengan dengan alat Calibration
b. Tekan menu Calibratiom, tekan tombol nex, tekan tombol switch on, tunggu mesin hidup
c. Tekan tombol Enter, tekan tombol Next, tekan menu Calibration
d. Tekan tombol switch On, tunggu mesin hidup, tekan tombol Enter, tulisan Normal di layar, sambungkan selang merah dan biru, tekan tombol Next, tekan menu Calibration
36. Salah satu peran perawat dalam memberikan edukasi adalah:
a. Peran Pemberi Asuhan Perawatan
b. Peran Pendidik
c. Peran Peneliti
d. Peran Advokasi
37. Edukasi pasien penting untuk mempersiapkan fisik pasien yaitu:
a. Menyiapkan akses vaskuler dan memulai dialisis
b. Menyiapkan emosi pasien agar dapat beradaptasi dengan program terapi pengganti
c. Menyiapkan pasien agar pasien sabar dan tabah menjalani program terapi pengganti D. Menyiapkan spiritual pasien agar tabah menjalani program terapi
d. Menyiapkan spiritual pasien agar tabah menjalani program terapi
38. Manajemen cairan yang perlu diketahui pasien dan keluarga adalah :
a. Hindari konsumsi buah-buahan yang banyak mengandung air
b. Hindari konsumsi buah-buahan yang mengandung rendah kalsium
c. Anjurkan minum sesuai jumlah output urine
d. Kenaikan IDWG > 5% dari BBK
39. Makanan yang harus dihindari pasien dialisis adalah :
a. Makanan yang mengandung tinggi natrium
b. Makanan yang mengandung rendah kalsium
c. Makanan yang mengandung tinggi kalium
d. Makanan yang mengandung rendah kalium
40. Paparan dan kerentanan yang dapat menimbulkan Acute Kidney Injury
a. Pasien sepsis dan mendapat obat NSAID
b. Pasien apendisitis yang akan menjalani laparotomi
c. Pasien nyeri pinggang yang minum minuman enersi
d. Pasien umur muda yang harus menjalani hemodialysis
41. Salah satu penyebab Acute Kidney Injury jenis prerenal adalah:
a. Demam
b. Dehidrasi
c. Hipertensi
d. Glomerulonefritis
42. Kemampuan suatu larutan untuk menghantarkan listrik:
a. Dialisat
b. Conductivity
c. Blood flow
d. Dialisat flow
43. Berikut adalah periode penggunaan AV-Fistula yang direkomendasikan:
a. 4 bulan pasca operasi
b. 3 bulan pasca operasi
c. 1 bulan pasca operasi
d. 4 minggu pasca operasi
44. Penanganan yang harus dilakukan apabila terjadi emboli udara saat pasien dilakukan hemodilysis
a. Pasien dimiringkan ke kanan
b. Posisis kepala lebih tinggi dari kaki
c. Dada dan kepala menghadap kebawah
d. Hemodialysais tetap dijalankan dengan pelan pelan
45. Waktu pengambilan sampel pemeriksaan darah post dialsis harus memperhatikan waktu yang tepat. Hali ini dilakukan untuk...
a. Mencegah pengenceran oleh Nacl 0,9 %
b. Mencegah penurunan ureum rebound
c. Meningkatkan ureum rebound
d. Menghindari ureum rebound
46. Hal yang perlu dilakukan saat pengambilan sampel pemeriksaan darah pre dialisis adalah
a. Mencegah pengenceran
b. Arah penusukan jarum fistula
c. Waktu pengambilan bersamaan saat pemasangan akses
d. Ureum rebound
47. Pada pasien HD 2 x/mgu , Hemodialisis adequat apabila terjadi penurunan kadar ureum :
a. Kt/V : 2,0 dan URR 100 %
b. Kt/V : 1,8 dan URR 60 %
c. Kt/V : 1,8 dan URR 80 %
d. Kt/V : 1,2 dan URR 80 %
48. Pada proses pengeluaran cairan dipengaruhi oleh:
a. Panjang selang
b. Letak (tinggi, rendah) kantong penampung (kantong kosong)
c. Besar lumen
d. Tekanan rongga abdomen
49. "Dwell time" pada CAPD yang ideal adalah:
a. 2 -- 4 jam
b. 4 -- 6 jam
c. 6 -- 8 jam
d. 8 -- 12 jam
50. Jika TCV (Total Cell Volume) lulus artinya
a. Mesin reuse siap pakai
b. Voume dializer
c. Dializer layak dipakai
d. Dializer siap pakai